Inilah Progress Jalur Kereta Api Dwiganda Manggarai-Cikarang

Kawasan Cikarang terus menjadi sorotan dan perhatian publik karena pembangunan yang tiada henti ada di kota ini. Setelah proyek properti yang mega triliun, pemerintah juga telah menyiapkan sarana transportasi agar akses menuju Cikarang di masa depan menjadi lebih mudah.

Menurut menteri perhubungan Budi Karya Sumadi, jajarannya di kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus berusaha mempercepat target pembangunan jalur kereta api dwiganda atau double-double track ( DDT) Manggarai-Cikarang.

Pembangunan DDT ini ditargetkan selesai pada 2020.  Meskipun menurut schedule proyek DDT ini seharusnya selesai di tahun 2022, namun pihaknya akan berupaya agar bisa diselesaikan di tahun 2020. “Ultimate (proyek DDT selesai) terjadi 2022, tetapi mungkin kita upayakan lebih maju apakah 2020 atau 2021. Kami akan lihat, yang paling susah itu yang berkaitan dengan time management,” kata dia saat ditemui di Stasiun Cakung, Jakarta, Minggu (18/2/2018).

Berbagai upaya yang telah dilakukan oleh pihak kementrian Perhubungan adalah  berkoordinasi dengan PT KAI Commuter Indonesia (KCI) terkait pengaturan masa jeda antar kereta (windows time). Dalam hal ini, Budi Karya meminta kepada KCI untuk membuat windows time lebih lama.

Sebab, dengan adanya windows time lebih lama, maka proses kontruksi proyek DDT bisa lebih cepat. “Saya pikir Windows time akan lebih baik menjadi 3 jam atau 4 jam,” tutur dia.  Hingga saat ini, progres pembangunan DDT Manggarai-Jatinegara (Paket A) telah mencapai 52,85 persen. Kemudian, pembangunan jalur KRL layang (elevated) antara Manggarai-Jatinegara mencapai 70 persen. Sementara, untuk jalur Bekasi-Cikarang pengerjaan jalur DDT telah selesai pada Agustus 2017.

Meski demikian, tambah Budi Karya, pada 2019 jalur DDT akan tersambung dari Manggarai hingga Kranji, Bekasi.  “Jadi penyelesaiannya itu bertahap. Tahun 2019 itu DDT selesai sampai Kranji,” pungkas dia.  Pembangunan proyek DDT Manggarai-Cikarang ini dikerjakan sepanjang 30 kilometer mulai dari Stasiun Manggarai melewati Stasiun Jatinegara, Bekasi, Cibitung, dan stasiun akhir Cikarang.

Pembangunan dimulai sejak tahun 2013. Pengerjaan proyek ini dibagi menjadi tiga paket, yakni paket A, B1, B21. Untuk paket A pengerjaannya dari Manggarai-Jatinegara dengan biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 2,4 triliun-Rp 2,5 triliun. Paket A ini dibiayai oleh APBN lewat Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara. Kemudian paket B1 itu antara Bekasi-Cikarang dengan nilai proyek sebear Rp 2,6 triliun-Rp 3 triliun. Paket ini dibiayai oleh pinjaman luar negeri tadi dari Jepang.  Sementara untuk Paket B21 Jatinegara-Bekasi nilainya Rp 1 triliun yang dibiayai oleh APBN.

sumber : kompas.com/lensacikarang.com

Spread the love

Berikan Pendapatmu

Leave a reply

X
- Enter Your Location -
- or -
Ganti Bahasa »
Compare items
  • Total (0)
Compare
0